Pejuang Keyboard
![]() |
| Idiot Unlimited |
Menulis berarti pelepasan emosi yang paling dalam dari diri manusia. Menulis dapat menjadi sebuah terapi penyembuhan diri sendiri secara psikologis akibat tekanan kehidupan yang menghimpit. Menulis juga dapat digunakan untuk menyembuhkan luka-luka batin. Seseorang dapat menulis dengan indah atau buruk sekalipun bergantung pada suasana hati penulis tersebut. Ketika seseorang menulis ia membukakan rahasia dirinya kepada orang lain. Kita bisa menulis non-fiksi maupun fiksi. Keduanya membutuhkan keterampilan merangkai kata. Ketika kita menulis fiksi sebenarnya kita sedang menggunakan imajinasi kita. Kita bermain dengan karakter dan plot. Kita menggunakan rasa. Dalam setiap karya fiksi pun ada pesan yang hendak diberikan. Baik fiksi maupun non-fiksi sekalipun pasti ada pesan yang hendak disampaikan penulis kepada pembacanya. Menulis tidak bisa dibilang pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan budaya. Menulis itu sendiri adalah produk kebudayaan. Hampir setiap peradaban besar di dunia ini mempunyai tradisi menulis sendiri. Menulis adalah pekerjaan peradaban. Menulis memang menyenangkan, Menulis bagaimanapun telah mengubah wajah peradaban kita. Apa yang kita tulis merupakan warisan untuk generasi selanjutnya. Tugas kita adalah untuk menulis dan mewartakan kepada dunia apa yang kita miliki. Aktivitas menulis sejatinya dilakukan karena dorongan nurani. Menulis harus dengan jiwa yang jujur untuk melampiaskan isi kepala.
Jangan pernah tanyakan
siapa dalam sajak ini
tunggu dulu aku ingin bercerita boleh?
Ada mahluk bernama hati
kebetulan ia sedang mengejarmu
ia pun ada dalam tubuh ku
selain itu, hati punya sahabat
ia bernama pikiran
kebetulan ia juga bersama ku
hati dan pikiran selalu bertikai
mereka tidak pernah akur
demi menyelamatkan aku
hati saat ini mengejarmu
tapi pikiran tidak mau melihat sahabatnya sakit
walau pikiran melarang hati mengejar mu
tetapi hati memang kepala batu
kelak kau akan sakit mengejar hatinya "pikiran menasehati"
aku berusaha menyatukan mereka
lantaran pikiran tak memihak dengan hati
toh jika hati sakit pikiran juga merasakan
mereka tinggal bersama ku
sejak aku dilahirkan dibumi
dan sampai sekerang tidak pernah akur
lantaran hati tetap mengejar mu
Ada yang mulai pudar
di hari asing itu
terdengar sesuatu yang patah
dari daun-daun hijau
terkunci sekian lama
aku siap berdandan
berkunjung ke pikiranmu
disingung kibar dari rambutmu
menutup jalan dari pikiran ku
dengan seribu mawar sepi
tubuhmu adalah ibadah
tapi kenapa banyak yang pecah
atau cinta sedang jatuh
daun-daun kini tumbuh gelisah
dalam puisi yang masih hijau
ajaklah aku mendamaikan waktu
aku akan menjadi tisu
jika ada yang jatuh dari matamu
aku takut menulis kata rindu
aku takut kau membacanya
saat aku telah tiba di awan
telah lama kau menyusuri rumah batinku
tapi tunggu siapa ini?
kau begitu hancur
siapa yang mendandani mu
apakah waktu? ah waktu itu kau belum cantik
tapi aku sudah cinta
sebentar lagi pagi tiba
tapi embun belum jatuh
pelindung kerudung cemas
aku akan memintamu membuatkan kopi
Aku selalu merasa seperti orang miskin
Saat punya banyak uang
Kemiskinan sejati
Saat seseorang kehilangan
Rasa cinta dalam dirinya
Kecintaan ini tidak ada
Pada para penyembah uang
Tetapi, saat mereka mampu
Mengeluarkan kata-kata bijak
Meskipun hanya sedikit uang
Aku tidak mencari, tetapi aku menemukan
Nyaris 99% tidak ada yang menemukan
Apa yang dicari?
Tetapi sesuatu itu
Selalu berhasil ditemukan 100%
Mereka sendiri yang menciptakannya
Apa yang ditemukan?
Sumber semangat dan
Kata-kata yang membuatnya hidup
Kau tak akan mengerti
Tapi bisa diterima
Saat punya banyak uang
Kemiskinan sejati
Saat seseorang kehilangan
Rasa cinta dalam dirinya
Kecintaan ini tidak ada
Pada para penyembah uang
Tetapi, saat mereka mampu
Mengeluarkan kata-kata bijak
Meskipun hanya sedikit uang
Aku tidak mencari, tetapi aku menemukan
Nyaris 99% tidak ada yang menemukan
Apa yang dicari?
Tetapi sesuatu itu
Selalu berhasil ditemukan 100%
Mereka sendiri yang menciptakannya
Apa yang ditemukan?
Sumber semangat dan
Kata-kata yang membuatnya hidup
Kau tak akan mengerti
Tapi bisa diterima
Aku adalah pembohong
Aku benci pembohong
Aku merasa dibohongi
Kau pembohong dibohongi
Aku benci pembohong
Aku merasa dibohongi
Kau pembohong dibohongi
Aku tidak berbohong
Aku kapok berbohong
Ternyata bohong merasa
Tetapi menghancurkan selamanya
Aku kapok berbohong
Ternyata bohong merasa
Tetapi menghancurkan selamanya
Diantara lirik bohong
Aku perlu berbohong
Aku bohong ketahuan
Aku bohong keterlaluan
Aku perlu berbohong
Aku bohong ketahuan
Aku bohong keterlaluan
Sebentar aku menoleh
Seperti hal aneh
Ternyata bintang jatuh
Hari telah subuh
Seperti hal aneh
Ternyata bintang jatuh
Hari telah subuh
Dan ternyata Bintang jatuh juga bohong
ia tidak pernah dapat mengabulkan permintaan
Apakah aku pandai berbohong
Atau Sang bintang tak mengabulkan permintaan
ia tidak pernah dapat mengabulkan permintaan
Apakah aku pandai berbohong
Atau Sang bintang tak mengabulkan permintaan
Jeritan Sampah Masyarakat
Aku bangga Pada Cobain
Im Grunge
Meski gk sepanggung
Aku selalu bermimpi untuk sepanggung
Ia selalu berkata
Lebih baik padam daripada pudar
Poster kamar penuh dengan gambar
Ia adalah si kulit dari negeri korea
Untuk mu idola
Aku sangat menyukai mu
Kau mengejarkan aku Kolosal
Sangat Standar tapi Mewah
Kau ada dijiwa ku
Tak pernah Padam Tak pernah Pudar
Meski aku benci
Kau menjawab hitam
Saat dikucilkan masyarakat
Saat dicaci masyarakat
Saat dihina masyarakat
Kami Sampah Masyarakat
Something in the way...
Aku bangga Pada Cobain
Im Grunge
Meski gk sepanggung
Aku selalu bermimpi untuk sepanggung
Ia selalu berkata
Lebih baik padam daripada pudar
Poster kamar penuh dengan gambar
Ia adalah si kulit dari negeri korea
Untuk mu idola
Aku sangat menyukai mu
Kau mengejarkan aku Kolosal
Sangat Standar tapi Mewah
Kau ada dijiwa ku
Tak pernah Padam Tak pernah Pudar
Meski aku benci
Kau menjawab hitam
Saat dikucilkan masyarakat
Saat dicaci masyarakat
Saat dihina masyarakat
Kami Sampah Masyarakat
Something in the way...

berkarya
ReplyDelete